Tampilkan postingan dengan label informasi otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi otomotif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Maret 2010

Persiapan dan Jurus Mengemudi Tepat Saat Hujan

JAKARTA, KOMPAS.com

Musim hujan kadang menjadi hal menyebalkan bagi pengendara mobil. Bukan cuma bodi jadi kotor, curah air dari langit memperbesar risiko terjadi kecelakaan. Namun jangan khawatir terlebih dahulu. Bila diiringi dengan persiapan mantap dan jurus mengemudi tepat, berkendara saat hujan juga bisa tetap aman. Ikuti tips dari Garda Oto Racing Team berikut ini.

SEBELUM BERKENDARA
Pastikan kondisi wiper.
Karet wiper bisa menjadi kaku dan bergelombang karena lama tak diganti. Kondisi tersebut menyebabkan sapuan di kaca menjadi tidak sempurna dan justru mengganggu pandangan. Kalau sudah begitu, segera ganti dengan karet baru sesuai spesifikasi mobil.

Isi penuh air pembasuh kaca
Sebelum berkendara, pastikan air pembasuh wiper dalam keadaan penuh. Campur dengan cairan khusus pembasuh kaca untuk membantu menghilangkan lemak di kaca. Pastikan juga motor penggeraknya aktif dan bisa menyemprotkan air ke kaca.

Perhatikan kondisi ban
Saat hujan, alur ban akan bekerja membuang air ke samping supaya tidak terjadi gejala mobil mengambang di atas air alias aquaplanning. Makanya, pastikan kembang ban masih baik, minimal memiliki ketebalan 50% dari baru. Sekalian tekanan angin, jangan melebihi standar yang dianjurkan bisa membuat daya cengkeram berkurang.

Periksa kebocoran
Khususnya pemilik mobil berusia di atas 10 tahun, sesekali cobalah cuci mobil Anda di mesin pencuci otomatis. Dengan begitu Anda bisa melihat apakah terjadi kebocoran di celah kaca maupun bodi mobil. Bila ya, segera perbaiki supaya Anda tak kebasahan saat hujan lebat.

Sistem pendingin
Pastikan sistem pendinginan (AC) bekerja normal. Sebab, sampai tidak berkerja akan mengganggu pandangan akibat kaca berembun.

Periksa polis asuransi Anda
Pastikan kendaraan Anda telah dilindungi oleh jaminan kerusakan (asuransi) akibat banjir. Karena, sebagian dari kita belum mengetahui apakah kendaraan telah dilindungi oleh perluasan jaminan banjir atau tidak.


SAAT BERKENDARA
Kewaspadaan mesti ditingkatkan penuh saat hujan. Selain daya pandang berkurang, jalanan juga jauh lebih licin dari biasanya. Belum lagi, mata menjadi cepat lelah. Berikut beberapa tips untuk meminimalkan risiko kecelakaan saat hujan.

Tambah jarak aman
Kalau normalnya saat kering kita harus menjaga jarak 2 detik ke mobil depan, pada saat hujan tingkatkan menjadi 3 detik. Cara menghitungnya, gunamkan 1001...1001...1003 secara normal, ketika mobil depan mencapai suatu tanda di jalan, misalnya tiang listrik. Bila sebelum mencapai kata ‘1003’ mobil Anda sudah sampai ke tanda itu, berarti terlalu dekat dan mesti menyesuaikan jarak kembali. Jarak aman ini sangat penting, karena saat basah jarak pengereman menjadi jauh lebih panjang walau mobil telah dilengkapi ABS sekalipun.

Hindari manuver mendadak
Manuver mendadak meliputi akselerasi, pengereman dan belok, sebaiknya dihindari. Di jalan licin, manuver itu mudah membuat mobil tak terkendali. Kendalikan mobil lebih halus dari biasanya.

Nyalakan lampu, bukan Hazard
Menyalakan hazard ketika hujan adalah kesalahan besar. Hazard membuat mata pengemudi di belakang kita cepat lelah karena kedipan terangnya. Selain itu, Hazard membuat kita tak bisa mengaktifkan lampu sein saat hendak pindah jalur, juga mengakibatkan kepekaan pengendara di belakang terhadap lampu rem di mobil kita menjadi berkurang. Risiko tertabrak dari belakang pun semakin besar. Bila hujan sangat lebat, nyalakan lampu kabut atau lampu besar normal. Ini saja sudah cukup.

Hindari jalur kanan di tol
Karena kontur jalan tol sedikit cembung, maka berkendara di jalur kanan membuat Anda rentan menabrak genangan air. Ini bisa membuat mobil hilang kendali. Selain itu, ketika di jalur kanan, Anda dengan mudahnya terkena cipratan air dari jalur seberang, dan ini akan sangat mengganggu daya pandang.

Hati-hati ban mengunci
Bila kita terpaksa mengerem mendadak dan mobil tak dilengkapi ABS, waspadai gejala ban mengunci. Begitu ban terasa terkunci, kurangi sedikit injakan rem sampai roda berputar kembali. Ketika ban mengunci, mobil tak bisa dikendalikan dengan setir dan jarak pengeremannya makin panjang.


Jangan menerobos banjir
Ketika kita berkendara pada saat hujan dan bertemu dengan genangan air atau banjir lebih baik menghindar dan mencari tempat yang aman.

Mau Lulus Uji Emisi, Ikuti Petunjuk Praktis Ini

KOMPAS.com

Untuk mobil-mobil baru, uji emisi di Jakarta dipastikan lulus dengan mudah. Bagaimana dengan kendaraan yang usianya di atas 10 tahun? Ada beberapa tips dan trik yang diperoleh dari beberapa ahli di bidang mesin agar sebuah mobil bisa lulus dengan lebih mudah lagi.

• Lakukan tune up secara teratur. Hal itu sebaiknya dilakukan di bengkel resmi karena cenderung memiliki pembakaran lebih sempurna.
• Pastikan sistem pengapian dalam keadaan baik. Tak ada salahnya periksa kondisi kabel, busi, platina (jika ada), dan koil. Karena pengapian kurang baik, emisi pun meningkat
• Pastikan saringan udara bersih. Sering kali penyebab tak lulus uji emisi hanya karena saringan udara kurang bersih.
• Gunakan bensin sesuai rekomendasi. Menggunakan bensin beroktan terlalu rendah untuk mesin modern menyebabkan waktu pengapian dimundurkan otomatis. Pembakaran pun menjadi tidak sempurna.
• Jangan lakukan uji emisi saat mesin masih dingin karena emisinya berlipat ganda dibanding sudah mencapai suhu kerjanya.
• Pastikan tidak ada kebocoran. Teliti, baik bagian knalpot maupun saluran-saluran vakum dan intake. Sedikit kebocoran akan memengaruhi kadar emisi gasa buang.

Selain cara di atas, ada langkah yang lebih praktis lagi untuk menurunkan emisi gas buang, yakni dengan memasang catalytic converter (CC). “Catalytic converter bekerja mandiri dan tak membutuhkan sensor. Ide memasang CC pada mobil lama sangat menarik,” bilang M Soleh Yusuf, pemilik bengkel Sigma Speed yang kebetulan ditunjuk menjadi bengkel pelaksana uji emisi (BPUE). (Fitra Eri)

Mengamankan Kenyamanan Transmisi Otomatik

KOMPAS.com

Saking nyaman transmisi otomatik di tengah-tengah kemacetan lalu lintas kota yang makin padat, banyak pengemudi membiarkan gigi pada posisi “D”. Untuk berhenti menunggu lampu merah, pengemudi hanya mengandalkan rem.

Penggunaan transmisi otomatik seperti itu, akan mempercepatnya rusak. Pasalnya, ketika posisi gigi di “D”, komponen transmisi, seperti kopling masih tetap bekerja.

Karena itulah, bila menggunakan transmisi otomatik, tangan tetap harus bekerja. Hanya kaki yang benar-benar istirahat.

Ketika berhenti menunggu lampu merah, sebaik geser posisi transmisi ke “N” yang berada di atas “D”. Dengan ini demikian, beban mesin berkurang dan kopling basah pada transmisi tidak saling bergesek (meregang). Selanjutnya, daya tahan atau umur pakai kopling tersebut lebih lama. Begitu juga dengan ATF (automatic transmission fluid)-nya.

Kopling tersebut harus dicegah cepat habis. Pasalnya, biaya untuk “operasi” transmisi ini cukup mahal bila diperlukan penggantian. Begitu juga dengan biaya ATF dan ongkos kerja. Di samping itu, bila kopling masih oke, Andda bisa tancap gas dengan mantap. Bila tidak, mobil akan loyo saat digeber dan dipastikan konsumsi bahan bakar ikut boros. Pasalnya, pedal gas diinjak lebih dalam namun mobil tidak bisa ngacir!

Mengeser transmisi ke posisi “N” saat berhenti juga membantu mengurangi kampas rem cepat habis atau aus. Pasalnya, bila tetap di “D”, berarti masih ada tenaga dari mesin, namun gerakan mobil ditahan oleh rem.

Untuk mencegah rem cepat habis, ketika meluncur di turunan, sebaiknya menggunakan gunakan posisi “D” untuk transmisi lama yang masih dilengkapi dengan tombol overdrive. Namun bila tidak lagi menggunakan tombol overdrive, geser atau tekan tombol D3. Bisa juga menggunakan “2”.

Jadi, pemeliharaan transmisi otomatik tidak hanya dengan penggantian ATF secara teratur, juga ditentukan cara mengoperasikannya. Malah bila cara menggunakan tidak tepat, justru mempercepatnya rusak! Kenyamanan pun berubah menjadi kekesalan!

Mengobati Kolong Mobil Terkena Penyakit Eksim

KOMPAS.com

Jangan pernah mengabaikan ketika kolong mobil bergesekan dengan polisi tidur (poldur), menghajar lobang atau dihantam bebda keras. Sekalipun benturannya tergolong ringan, karena jika dibiarkan bisa menyebabkan karat. Apalagi sekarang ini musim hujan, mempercepat proses eksim.

Pasalnya, ketika terbentur akan mengelupaskan lapisan antikarat dan membuat proses oksidasi langsung terjadi yang dimulai oleh oksigen di dalam udara. "Idealnya, begitu kolong membentur sesuatu, segera dibersihkan dan kembali diberikan lapisan antikarat," pesan Untung Warsito, workshop head Tuff-kote Dinol cabang Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Untuk mengatasi terkelupasnya antikarat dan menghentikan proses "eksim" bisa dilakukan sendiri. Ikuti langkah-langkah di bawah ini.
• Parkir kendaraan di tempat yang memiliki pijakan kaki tinggi agar memudahkan pengerjaan.
• Bersihkan kotoran di kolong, khususnya bagian yang tergores.
• Untuk kotoran membandel, gunakan ampelas halus dan sikat agar benar-benar hilang.
• Bagian yang sudah diampelas tadi dibersihkan dengan lap hingga benar-benar kering.
• Semprotkan cairan penetran ke bagian yang tergores sampai merata.
• Biarkan sejenak, lalu semprotkan cairan antikarat. Tidak perlu tebal yang penting merata
• Cek kembali, apakah seluruh bagian yang tergores sudah tertutup lapisan antikarat. (Sasmita Pribadi)

Syarat Bikin Sistem Listrik Audio Mengalir Prima

KOMPAS.com

Mobil yang sudah dilengkapi dengan perangkat audio yang berlebihan tentu membutuhkan kelistrikan ekstra. Bila tetap mengandalkan aki standar, maka hal itu membuat suplai tidak prima.

Contoh, sebuah mobil punya aki bawaan 12 volt dengan arus 30 ampere. Ini berarti daya yang dihasilkan adalah 360 watt. Di lain hal, mobil tersebut sudah menggunakan lampu halogen dengan watt besar. Selain itu, power amplifier untuk mendongkrak sistem audio dipasang di kabin. Bila diasumsikan, lampu halogen 260 watt, klakson 140 watt, dan power amplifier 300 watt, maka totalnya adalah 700 watt. Sementara itu, daya yang dipunyai 360 watt. Ini berarti kurang 340 watt. Akibatnya, aki cepat tekor.

Ada 6 syarat agar sistem listrik audio tetap mengalir prima.

• Alternator. Komponen ini harus bisa mengisi aki. Untuk itu, perhatikan kebersihan kabel-kabel. Kalau sudah menggunakan spek untuk SPL, penggantian alternator wajib dilakukan agar sistem bisa digunakan untuk memasok arus listrik besar.

• Aki. Bila dilengkapi sistem audio, hal itu berarti menambah beban listrik, apalagi audionya mengandalkan daya besar. Kalau sebelumnya memakai aki 40 ampere, maka kini gantilah aki itu dengan yang berukuran 60 ampere.

• Kabel aki. Menurut bos Radius Audio, Bandung, Erwin Kosasih, makin besar ukuran kabel aki, maka makin bagus karena makin mudah mengalirkan arus listrik. Lebih penting lagi, kabel positif dan negatif mesti sama.

• Kabel "Ground". Ground di sasis harus diampelas sebelum kabel negatif dipasang. Biasanya, titik terkuat dan terbaik adalah posisi seatbelt. Penambahan kabel ground amat efektif untuk membuat arus listrik stabil. Artinya, dari negatif aki, itu bisa disalurkan ke bodi, mesin, negatif alternator, dan lain-lain.

• "Cap Bank". Peranti ini juga tak kalah bagus perannya untuk mewujudkan arus yang stabil. Melalui komponen yang berfungsi menyimpan arus sementara ini, listrik akan selalu didistribusikan dengan baik. Hitungan untuk cap bank, 1 Farad untuk 1.000 watt. Untuk lebih aman, gunakan spek 2 Farad.

• "Batcap". Kalau ingin arus listrik lebih stabil lagi, bisa pakai batcap Xstatic. Produk ini terdiri dari beberapa tipe, yakni x300, x400, x800, dan x2000. Komponen ini menggabungkan aki dan cap bank. Dengan penampungan besar, arus yang keluar besar, stabil, dan cepat. (Rahmat, Tomo)

Menjaga Elastisitas Si Kenyal

KOMPAS.com

Cuaca ekstrem - hujan dan panas terik - menjadi musuh utama karet-karet di mobil. Komponen-komponen itu antara lain karet wiper, pintu, kap mesin, lis kaca, dan masih banyak lagi. Jika sampai terabaikan, potensi menggangu saat berkendara semakin terbuka.

Agar elastisitas dan kekenyalan terjaga, semprotkan cairan mengandung silikon. "Minimal lakukan satu kali dalam sebulan. Cairan perawatan karet beragam dijual di pasaran," sebut Robertus Lukman dari PT Kharisma Perkasa, distributor Autoglym di Indonesia.

Ikuti langkah-langkah perawatannya.
• Persiapkan alat dan kelengkapan seperti kain lap basah dan kering, kuas, cairan pelembab karet yang mengandung silikon.
• Bersihkan terlebih dahulu permukaan karet dan sekitarnya.
• Selain lap, pergunakan kuas untuk membersihkan debu yang masih melekat.
• Semprotkan spray yang mengandung silikon di sekujur karet secara merata.
• Cara lain adalah dengan menyemprotkan spray ke spons. Selanjutnya oleskan cairan tadi ke sekujur komponen karet yang dituju.
• Diamkan sejenak dan pastikan cairan tersebut meresap ke dalam karet.
• Komponen karet siap tampil lebih segar.

Ingat, langkah ini merupakan pencegahan agar fungsi komponen dari karet tidak sampai mengalami kerusakan. Langkah di atas tidak berlaku buat karet yang sudah rusak. (Toni)

Rabu, 24 Maret 2010

Cara Sederhana Naikkan Kecepatan Motor

KOMPAS.com

Ingin meraih top speed yang lebih dan tarikan lebih panjang pada Yamaha Jupiter-Z? Sederhana saja. Yang perlu dilakukan hanyalah mengganti komposisi sproket. "Perbandingannya diubah menjadi lebih kecil," terang Lukman, Chief Mekanik Yamaha Permata Motor di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sproket Jupiter Z yang 15/40 sama dengan Vega ZR. "Kalau mau, tinggal kurangi gir belakang. Supaya tidak berat, pakai yang 38," lanjut Lukman. Hanya, kata Lukman, mengubah gir New Jupiter Z tak semudah seperti pada generasi sebelumnya. Khusus Jupiter Z baru dan Vega ZR, kedua motor ini punya rantai berbeda. "Pakai ukuran 420, lebih kecil dibanding Jupiter lama atau generasi Yamaha sebelumnya yang 428," sebut Lukman.

Dia juga menyarankan, penggantian sproket sebaiknya dibarengi dengan rantai. Pada Jupiter baru, ada holder di pengunci sproket. Saat dipasang, holder bisa diganjal ring supaya tidak longgar. Setelah itu, barulah memakai spi. Begitulah saran Lukman.

Kalau mau lebih gampang, bisa pakai sproket aftermarket yang cocok untuk rantai 420, misalnya yang dipakai Honda Karisma. "Meski begitu, harus sesuaikan lubang bautnya," ucap Lukman. (Chuenk)

Kelalaian Kecil Awal dari Kerusakan Transmisi Matik

KOMPAS.com

Tren penggunaan transmisi matik pada mobil di Indonesia meningkat. Pengoperasiannya pun lebih mudah ketimbang yang manual, tanpa harus menginjak pedal kopling. Kendati begitu, bukan berarti manusia tidak bisa melakukan kesalahan. Dan, perilaku salah dapat membuat usia pakai menjadi lebih singkat.

Dijelaskan oleh Ricardo Matik, spesialis transmisi matik yang berdomisili di Tangerang, bahwa kerusakan transmisi akibat kesalahan pengoperasian hanya 10 persen, terbesar 85 persen justru akibat kelalaian mengganti oli, sedangkan 5 persen akibat umur pemakaian.

Ada kelalaian-kelalaian kecil, walau tidak fatal, menjadi awal kerusakan transmisi. Seperti apa kelalaian tersebut?

* Tidak memindahkan tuas ke N. Saat berhenti lama di tengah kemacetan atau saat lampu merah, terkadang pengemudi terus memanteng tongkat transmisi pada posisi D. Kondisi ini membuat transmisi bekerja ekstra lantaran harus bekerja saat suplai udara segar terbatas. Jika berhentinya lebih 60 detik, segera pindahkan transmisi ke N agar pelumas tidak meningkat drastis.
* Tancap gas masuk ke D. Saat mengantre di lampu rambu, begitu tanda hijau menyala, kerap pengemudi langsung memindahkan tongkat ke D dan langsung menginjak pedal gas. Padahal, transmisi perlu waktu untuk melakukan proses engage dengan memindahkan tekanan fluida ke arah torque converter. Jika kebiasaan ini sering dilakukan maka katup selenoid di dalam rumah transmisi mudah rusak.
* Sering melakukan engine brake. Untuk memperoleh efek engine brake, boleh digunakan pada gigi rendah. Namun, perpindahan dilakukan pada saat putaran mesin di 3.000 rpm. Sebab, bila di atas itu, bisa terjadi hard friction dan akan mengurangi umur pakai kopling gesek di dalam trasmisi.
* Pindah posisi dari D ke R. Memindahkan tuas persneling dari D ke R (hendak parkir) perlu kecepatan tangan. Namun, bila dilakukan dengan kasar, maka transmisi konvensional dapat berakibat kerusakan pada planetary gear dan one way clutch. Sementara komponen di luar transmisi yang terpengaruh seperti cross joint pada as kopel, engine mounting dan as roda (penggerak roda depan).
* Menahan transmisi di gigi 1. Kebutuhan engine brake di jalanan menurun curam atau performa akselerasi di jalanan tanjakan, tentu butuh gigi 1. Tapi, sebaiknya kondisi ini dilakukan seperlunya saja dan dihindari ketika menghadapi kondisi jalan normal (rata). Sebab, beban kopling semakin berat. Apalagi bila dilanjutkan ke gigi tinggi pada transmisi otomatis konvensional yang masih menggunakan katup. Bisa membuat performa komponen per di balik akuator piston bisa bermasalah akibat tekanan berlebihan. (Andy Tinggogoy)

Cara Mudah Perawatan ‘Air Filter’ Mobil Anda

Lihat GambarKapanLagi.com – Seperti halnya manusia, jeroan mesin harus senantiasa sehat dan bersih. Itulah sebabnya, filter udara terasa begitu penting. Bila peranti penyaring kualitas udara menuju bahan bakar tak berfungsi dengan baik, udara yang masuk bersama bahan bakar menuju ruang mesin adakalanya bercampur debu dan mengganggu kinerja mesin. Paling sederhana mengakibatkan mesin ‘terbatuk-batuk’.

Untuk itu, ada baiknya kita selalu teliti dalam memilih filter udara yang dijual di pasaran. Memang, perawatannya relatif mudah, tinggal melepas filter dari sarangnya, lalu menyemprotkan kompresor. Cuma, bila tak dirawat dengan baik, amat mungkin tak bisa panjang umurnya.

Berbagai merek saringan udara amat melimpah di pasaran saat ini. Dari yang terbuat dari karton dan menjadi suku cadang standar kendaraan. Menyimak aneka jenis filter udara yang ada di pasaran, tentulah cara merawatnya berbeda-beda. Karena itu, cermati trik jitu agar saringan tetap bersih dan terawat dengan baik.

Untuk filter yang terbuat dari karton, usia pakainya paling banter Cuma sekitar 2500 km hingga 5000 km. Selebihnya, harus segera diganti. Karena kelemahan dari filter ini, pada usia pakai tertentu, permukaan karton menjadi ‘berbulu’. Bila hal ini dibiarkan, serpihan lembut yang bercampur dengan debu itu bisa ikut masuk ke ‘dapur pacu’ alias ruang pembakaran. Efek sampingnya, permukaan silinder akan tergores.

Merawat filter karton, relatif mudah. Angkat filter dari sarangnya, lalu bersihkan dengan kompresor udara. Kalau perlu, bagian pinggir filter diketuk pakai gagang obeng hingga debu yang melekat rontok semua.


Berbeda dengan filter yang terbuat dari spons. Umumnya mampu bertahan hingga 15.000 km atau setahun pakai. Seringan yang satu ini, merawatnya juga mudah. Celupkan saringan spons ke dalam air, lalu cuci pakai deterjen. Setelah benar-benar bersih, keringkan dengan cara diangin-anginkan ataupun dijemur tapi jangan sampai kena matahari secara langsung. Setelah kering, filter siap dipasang kembali.

Untuk filter berbahan serat katun, lain lagi ceritanya. Yang satu ini, perawatannya rada mahal, lantaran harus dibersihkan pakai cairan khusus. Untuk K&N misalnya, ada larutan pembersihnya sendiri. Pembersih yang terdiri dari sabun khusus dan oli ini, penggunaannya agak khusus.

Setelah filter dilepas dari rumahnya, kemudian peranti penyaring udara itu diketok hingga semua debu dan kotoran yang menempel rontok semua. Namun, saat ‘mengetok’ filter udara tersebut, usahakan menggunakan landasan yang empuk, seperti ban misalnya.

Tahap selanjutnya adalah menyiram filter tersebut dengan air yang mengalir, baru kemudian disemprot dengan cairan sabun khusus. Setelah didiamkan selama kurang lebih 5 menit, filter tersebut kemudian disiram kembali dengan air. Proses tersebut diulang hingga air sisa pencucian terlihat lebih bening.

Sebelum proses pengolesan dengan oli dilakukan, filter mesti dikeringkan. Ada dua cara yang dianjurkan, yakni yang pertama dengan hair dryer atau dengan compressor, tetapi dengan tekanan angin yang serendah mungkin. Akhir dari proses perawatan filter udara ditutup dengan pengolesan oli khusus.

http://aramok.wordpress.com/tips-trik-otomotif/

Tips Merawat Ban Mobil Anda

Lihat GambarKapanLagi.com – Menurut data yang terdapat pada Departemen Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS, sebanyak 660 kasus kecelakaan lalu lintas diakibatkan oleh kurangnya tekanan angin dalam ban dan memakan korban luka berat sebanyak 33 ribu per tahun. Sebuah penelitian yang disponsori oleh Rubber Manufacturers Association (RMA) baru-baru ini, yang dilakukan terhadap 1000 orang pengemudi di seluruh negara bagian, menemukan fakta-fakta bahwa :

* 63% pengendara mobil menyebutkan bahwa tekanan ban sangat mempengaruhi jarak tempuh dari kendaraan
* Hanya 19% dari para pengemudi yang memeriksa kondisi tekanan ban mobil mereka
* Tiap bulan, tiga dari empat pengendara mobil mencuci kendaraan mereka, sementara hanya satu dari lima pengendara yang memeriksa tekanan ban mobil mereka

Anda dapat menempuh jarak hingga mencapai 3,3% lebih jauh dan menghemat ongkos BBM, jika Anda selalu rajin memeriksa keadaan tekanan ban mobil Anda dan menjaga agar selalu dalam tekanan yang seharusnya.

Di bawah ini adalah 10 tips perawatan ban mobil :

1. Jangan menunggu hingga ban rusak. Biasakan untuk selalu memeriksa tekanan ban mobil anda, paling sedikit sekali sebulan dan terutama sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Ban dengan tekanan yang kurang memadai akan menyebabkan ban mudah panas karena gesekan yang besar dengan aspal, sehingga ban cepat aus dan bisa membahayakan keselamatan mengemudi.

2. Anda harus hapal dengan tekanan yang proporsional dari ban mobil Anda. Ukuran tekanan ban yang pas bisa dilihat pada stiker yang menempel di bagian dalam dari pintu kendaraan Anda, atau pada buku petunjuk pemilik kendaraan.

3. Untuk pengukuran yang valid terhadap tekanan ban mobil Anda, periksalah ban saat suhu mereka dingin. Jika mobil Anda habis menempuh perjalanan jauh, tunggulah kurang lebih tiga jam.

4. Lakukan pemeriksaan berkala, paling tidak sebulan sekali dan jagalah agar ukuran tekanan ban mobil Anda selalu pada batasan yang proporsional. Sehingga mobil Anda siap untuk digunakan, jika sewaktu-waktu Anda butuhkan.

5. Uang koin bisa digunakan sebagai alat penunjuk bahwa ban mobil Anda telah gundul. Letakkan uang koin di tapak ban mobil Anda. Jika Anda bisa melihat seluruh gambar uang koin tersebut, maka saatnya bagi mobil Anda untuk ganti ban.

6. Jagalah ban mobil Anda dari lobang di jalan. Sebab lobang yang terlalu besar tak hanya bisa merusak ban mobil Anda, melainkan juga akan mengganggu keseimbangan atau balance dari ban mobil.

7. Buatlah jadwal. Pastikan Anda menukarkan ban mobil Anda antara yang di depan dengan yang di belakang tiap 6000 mil, agar menyeragamkan kondisi seluruh ban dan mempertahankan masa pakai ban lebih lama.

8. Jangan mengendarai mobil dengan ban yang tanpa penutup pentilnya. Mengemudikan mobil dengan ban tanpa penutup pentil bisa jadi menyebabkan kebocoran udara dari dalam ban dan bisa mengakibatkan ban kekurangan tekanan.

9. Periksalah keseimbangan atau balance dari ban mobil Anda secara periodik, untuk menghindari putaran ban yang tak stabil.

10. Perhitungkan bobot yang harus dimuat oleh mobil Anda. Jika muatan melebihi kapasitas maksimal dapat menimbulkan tekanan yang berlebih pada ban mobil Anda dan itu bisa sangat membahayakan.

http://aramok.wordpress.com/tips-trik-otomotif/